Kamis, 22 November 2012

Hal Positif Payudara Kecil


Beberapa Hal POSITIF Memiliki PAYUDARA KECIL

Banyak wanita yang tidak percaya diri bila memiliki ukuran payudara yang kecil. Bahkan tidak sedikit wanita yang akhirnya melakukan operasi payudara dengan implant atau silikon agar terlihat lebih besar.
Namun apakah Anda mengetahui payudara kecil sekarang sedang trend dalam dunia kecantikan dan fashion? The New York Times melaporkan bahwa wanita Amerika merasa cukup bahagia memiliki payudara kecil dan beranggapan wanita berpayudara besar tidak selamanya baik.

Jadi, sekarang Anda tidak perlu minder lagi. Banyak keuntungan wanita yang memiliki payudara dengan ukuran kecil. Seperti dikutip she knows, berikut manfaat payudara kecil.


Ada 5 HAL POSITIF MEMILIKI PAYUDARA KECIL :
1. Mudah dalam posisi apapun

Anda dapat tidur dengan posisi apapun senyaman Anda. Tidak perlu merasakan ketidaknyamanan di               bagian dada. Begitu juga bila Anda sedang menyusui, tidak perlu merasa sulit untuk mencari posisi yang nyaman.

2. Mudah melakukan gerakan olahraga

Anda dapat berlari, berloncat bahkan melakukan gerakan olahraga yang menguras aktivitas fisik seca nyaman, tanpa mengkhawatirkan guncangan yang akan terasa di bagian payudara. Anda pun tidak akan merasa sesak nafas karena disebabkan oleh ukuran payudara.

3. Bisa mengenakan variasi model bra

Model bra yang banyak dijual di pasaran didesain untuk wanita yang payudara rata-rata. Anda tidak akan mengalami kesulitan untuk mencari model-model bra yang unik, pas dan nyaman dikenakan.

4. Tidak perlu risih tampil di depan umum

Bila memiliki payudara berukuran kecil, Anda akan terhindar dari pria iseng yang mencoba menggoda ketika berpapasan di jalan. Hal tersebut yang banyak dikeluhkan oleh wanita pemilik payudara besar.

5. Bentuk payudara tidak akan turun

Wanita yang memiliki payudara berukuran besar disaat usianya yang bertambah maka bentuk payudara pun turun. Namun, bagi Anda pemilik payudara kecil tidak perlu khawatir hal itu akan terjadi, walaupun Anda telah memiliki anak.


Kencangkan Payudara


Jangan hanya kulit wajah saja yang butuh kencang dan lembut?

Ada satu daerah kulit yang diabaikan wanita. Coba tebak, di mana hayo? Hmmm... benar. Daerah payudara adalah daerah sensitif yang seringkali diabaikan perawatannya. Dianggap sebagai daerah yang tidak terlihat, sehingga kita cenderung menomorduakannya. Padahal, bagaimanapun payudara perlu dirawat juga agar kencang alami.

Seiring dengan bertambahnya usia, payudara juga bisa keriput dan kehilangan kekencangannya. Nah, di saat ini payudara cenderung turun dan tidak segar.
Jangan khawatir, ladies. Ada dua langkah praktis yang bisa dilakukan untuk menjaga kekencangan payudara secara alami.

Langkah 1:
Lakukan pemijatan payudara dengan Minyak Mujisat Kencang Payudara. Manfaat minyak ini adalah untuk memperlancar peredaran darah pada bagian payudara serta mencegah terjadinya kerut di sekitar payudara. Kandungan minyak bulus, ekstrak bunga melati dan minyak zaitunnya aman digunakan karena terbuat dari bahan-bahan alami.

Cara memijat payudara:

Ambil beberapa tetes minyak, dan ratakan di kedua telapak tangan Anda.
Lakukan gerakan memutar berlawanan arah antara satu bagian payudara dengan payudara lain. Pijatan di awali dari arah dalam ke luar.
Lakukan pemijatan cukup 2-3 menit saja, 3 kali dalam seminggu.

Langkah 2:

Untuk mencegah keriput dan membuatnya tetap kencang dan indah, maskerkan Masker Payudara Sariayu. Mengandung ekstrak daun andong, serta biji-bijian yang menjaga kekencangan payudara agar tetap alami.
Caranya:

    Larutkan masker dalam air mawar.
    Maskerkan merata pada seluruh bagian payudara dan biarkan hingga kering.
    Bilas dengan air hangat dan rasakan perbedaan kekencangannya.
    Lakukan 2 kali seminggu.

Keputihan


Keputihan atau dalam bahasa kedokteran disebut leukore atau flour albus, adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan secara berlebihan. Dalam keadaan normal, cairan ini tidak sampai keluar, namun belum tentu cairan yang keluar tersebut merupakan suatu penyakit.
Sebenarnya keputihan dapat dibedakan atas gejala keputihan yang timbul. Gejala tersebut bisa diamati dari sifat sifat cairan yang keluar saat keputihan berlangsung. Sumber cairan sendiri bisa berasal dari vagina, cairan leher rahim, cairan uterus, dan cairan yang berasal dari tuba falopii.

Bila cairan yang keluar jernih, berlendir banyak namun tidak berbau maka hal ini merupakan sesuatu yang normal terjadi saat seorang wanita menjelang menstruasi, kelebihan hormon estrogen dan stress. Keputihan seperti ini juga sering dijumpai pada wanita hamil.
Jika cairan yang keluar seperti susu kental, lengket, sangat banyak dengan bau yang tidak begitu mencolok maka kemungkinan telah terjadi radang pada serviks/leher rahim (servisitis) dan vagina (vaginitis).

Cairan yang keluar berwarna coklat, encer seperti air, sangat banyak dan lembab, maka kemungkinan wanita tersebut menderita vaginitis, servisitis, gangguan pembuluh darah pada serviks, endometriosis dan saat pengobatan kanker dengan radiasi. Warna coklat timbul akibat perdarahan yang terjadi akibat kelainan tersebut.

Bila cairan berwarna abu abu dengan garis darah, encer seperti air, sangat banyak dan berbau busuk yang keluar dari vagina, maka kemungkinan wanita tersebut menderita ulkus vagina, vaginitis. Kemungkinan lain yang sangat perlu diwaspadai adalah kanker baik ganas maupun jinak.

 Jika cairan yang keluar berwarna merah muda, cair, sangat banyak tetapi tidak berbau maka kemungkinan telah terjadi infeksi bakteri non spesifik. Gejala ini juga timbul saat seorang wanita kelebihan hormon estrogen.

Bila cairan yang keluar putih, encer berbintik bintik banyak, berbau apek disertai dengan nyeri saat buang air kecil serta gatal di sekitar kemaluan maka kemungkinan wanita tersebut menderita infeksi yang disebabkan oleh jamur. Candida albicans adalah jamur yang paling sering hinggap di kemaluan seorang wanita.

Bila cairan yang keluar kuning kehijauan, berbusa, merah, sangat banyak, gatal, berbau busuk dan ditemukan nyeri tekan pada sekitar kemaluan serta kemerahan pada vagina, maka kemungkinan telah terjadi infeksi yang disebabkan oleh kuman protozoa Trichomonas vaginalis.

Terakhir, bila cairan yang keluar berwarna kuning, kental, sangat banyak, terasa panas dan gatal pada kemaluan, nyeri tekan pada daerah sekitar kemaluan, nyeri saat buang air kecil, maka kemungkinan infeksi yang disebabkan oleh Nisseria gonorrhoe atau lebih beken disebut GO.

Apabila anda menjumpai keputihan yang tidak baik sebagaimana uraian diatas, ada baiknya berkonsultansi dengan dokter terdekat. Keterlambatan pengobatan akan membuat komplikasi. Umumnya adalah kuman yg telah naik ke panggul sehingga terjadi penyakit yang dikenal dengan penyakit radang panggul. Komplikasi jangka panjang ldapat menimbulkan kemandulan akibat rusak dan lengketnya organ organ dalam kemaluan (contoh: tuba fallopii)


Kebersihan Organ Intim Jangan dianggap sepele


Bagi  Anda kaum Hawa setiap waktu pasti ingin selalu terlihat bersih dan cantik. Biasanya, untuk  bisa terlihat selalu menarik sebagian perempuan tidak jarang rela menghabiskan waktu berjam-jam dan uang puluhan juta di salon atau klinik kecantikan.
Sah-sah saja jika hal tersebut Anda dilakukan. Tapi, yang harusnya juga Anda perhatikan adalah perawatan tubuh hendaknya dilakukan secara keseluruhan. Bukan hanya perawatan kecantikan tangan, wajah, kaki atau juga rambut semata. Sementara perawatan yang mengarah pada organ intim justru Anda abaikan. Padahal, perawatan organ intim bagi perempuan adalah hal yang sangat penting.
Ini karena bagian organ intim perempuan sangat rentan terhadap serangan kanker rahim atau biasa disebut kanker serviks. Sampai saat ini, kanker satu ini merupakan musuh terbesar bagi kaum perempuan. Setiap tahunnya ada sekitar 100 ribu perempuan menjadi korban kanker rahim.

 Kanker mulut rahim ini adalah kanker yang terdapat di serviks uterus, daerah organ produksi perempuan yang merupakan pintu masuk ke arah rahim, terletak di antara rahim dengan liang vagina. Menurut penelitian terbaru, salah satu penyebab kanker mulut rahim adalah virus HPV (Human Papilloma Virus).

Gejala-gejala Kanker Rahim

Keputihan yang lama bahkan sampai mengeluarkan bau dan terjadinya pendarahan pada saat melakukan hubungan seksual merupakan salah satu gejala kanker leher rahim. Stadium awal, kanker mulut rahim sulit terdeteksi. Praktis tidak ada keluhan yang muncul. ”Gejala awal kadang nggak nampak, karena memang kadang nggak ada keluhan rasa sakit,”
Namun, pada stadium 4, sel kanker akan menjalar ke otak, paru-paru dan beberapa organ tubuh lainnya. Hampir 90 persen kanker mulut rahim itu terdapat di epitel permukaan, di mana ditemukan keadaan yang disebut pembakal kanker mulut rahim atau prakanker, mulai dari yang ringan sampai yang menjadi karsinoma in situ atau stadium nol.

Semuanya dapat didiagnosis dengan screening. Pada stadium awal sel kanker bisa menyebar ke daerah mulut rahim. Konidisi prakanker sampai karsinoma in situ sering tak menunjukkan gejala karena berada dalam lapisan epitel dan belum menimbulkan perubahan yang nyata.
Pada stadium kedua, gejala yang timbul adalah keputihan, pendarahan pasca senggama dan keluarnya cairan encer dari vagina. “Jika sudah invasif, akan ditemukan gejala seperti pendarahan spontan, keluar keputihan dan rasa tak nyaman pada saat akan melakukan hubungan seksual,” 

Pencegahan primer  untuk kanker serviks,dapat dilakukan melalui perubahan pola hidup sehat seperti diet atau suplemen, vaksinasi profilaksi dan reduksi faktor-faktor risiko. Selain itu juga menghindari punya pasangan seks pria yang banyak.

Kemudian mengonsumsi asupan nutrisi yang baik, hal ini dinyakini dapat mengatasi masalah kanker mulut rahim. Dari hasil penelitian, mendapatkan hubungan yang terbalik antara konsumsi sayuran berwarna hijau tua dan kuning (banyak mengandung bethakaroten atau vitamin A, vitamin C dan vitamin E) dengan kejadian neoplasia intra epithelial juga kanker serviks.
“Artinya semakin banyak makan sayuran berwarna hijau tua dan kuning, maka akan semakin kecil risiko untuk kena penyakit kanker mulut rahim Jadi bagi kaum perempuan, rajin mengonsumsi sayuran ternyata tidak saja dapat berguna untuk kesegaran tubuh dan juga membantu untuk mencegah penyakit yang cukup membuat bulu merinding ini,” 

Sedangkan pencegahan secara sekunder, atau dengan cara medik, yakni  meliputi deteksi dini atau penapisan dengan tujuan menurunkan kejadian penyakit dengan menemukan sebelum menimbulkan gejala dan memulai pengobatan seawal mungkin.
Pada serviks pencegahannya dapat dilakukan melalui tes Pap (papsmear), deteksi adanya virus papiloma manusia dan teknik baru yang dapat meningkatkan kemampuan tes pap dan deteksi virus papiloma manusia.”Karena proses dari normal sampai menjadi itu memerlukan waktu yang agak lama,  tidak mungkin setelah 6 bulan tes Pap langsung positif,”
Untuk pencegahan, lakukan tes Pap setelah usia 25 tahun atau setelah aktif berhubungan seksual dengan frekuensi dua kali dalam setahun. Bila dua kali tes Pap berturut-turut menghasilkan negatif, maka tes Pap dapat dilakukan sekali setahun.
Selain itu juga ada pencegahan tertier, biasanya ditujukan kepada penderita yang sudah menunjukkan adanya penyakit dan gejala penyakit.
Tujuannya adalah menurunkan kekambuhan atau menemukan kekambuhan seawal mungkin. Cara pengobatan yang dilakukan terhadap penderita  adalah operasi, radioterapi dan kemoterapi. “Karena itulah, semakin dini kita memeriksakan diri, semakin mudah penangannya dan semakin besar harapan untuk tidak terkena penyakit ini,”


Waspadai Haid tidak teratur ?



Haid tidak Teratur? Penyebab dan Solusinya
Hal ini banyak dialami oleh seorang wanita. Setiap wanita yang memasuki usia pubertas  pasti akan mengalami haid pertama yang disebut menarche. Seharusnya kita mendapat haid setiap bulan sekali, namun di saat-saat awal menstruasi pertama sampai ketiga mungkin tidak atau belum teratur, dan ini wajar saja.
Yang saya maksud menulis artikel ini , adalah menstruasi pada wanita dewasa yang sudah biasa mendapatkan haid secara teratur setiap bulan, lantas tiba-tiba siklus haidnya terganggu, maju atau mundur, dan lain-lain. Apa dan bagaimana haid tidak teratur itu?
Haid normal adalah haid yang terjadi selama beberapa hari sampai satu minggu lamanya setiap satu siklus. Banyaknya perdarahan pervaginam pada haid normal diukur dengan berapa kali kita mengganti pembalut wanita setiap harinya pada siklus haid.
Idealnya, siklus haid yang teratur setiap bulanya rentang waktu normal  antara 21 sampai 35 hari setiap kali periode haid.  
Haid normal, bila kita mengganti pembalut maximalnya tiga kali sehari, tidak tergantung aktivitas yang anda kerjakan pada hari itu. Banyak olah raga atau hanya mengerjakan pekerjaan di kantor, sama saja yaitu maximal tiga kali ganti pembalut per hari. Apabila lebih dari itu, disebut menorrhagia, keadaan tidak normal. Sebaliknya ada juga yang tetap berdarah diluar siklus haid, hal inipun  tidak normal  dan disebut metrorrhagia. Bila perdarahan tetap banyak didalam dan diluar siklus haid, ini yang disebut meno-metrorrhagia dan hal ini cukup mengkhawatirkan. Bila anda mengalami seperti itu, cepatlah periksa ke dokter kebidanan, karena tidak boleh dibiarkan berlama-lama..

Meno-metrorrhagia perlu ditelusuri lebih lanjut, dicari penyebabnya, sehingga segera dapat diatasi. Perdarahan yang dibiarkan lama, maka  anemia menjadi satu kondisi yang pasti akan dialami dan membahayakan keselamatan disamping adanya gangguan hormonal serta kemungkinan telah terjadi kanker yang mengenai korpus uteri, bagian dari rahim dimana biasanya janin tumbuh dan berkembang.
Kemungkinan kanker korpus juga harus diwaspadai, bila pada seorang menopause yang tiba-tiba mendapat haid lagi setelah bertahun-tahun mati haid (amenorrhea). Jangan buang waktu, segeralah kunjungi dokter kebidanan, agar dapat dilakukan pertolongan secepatnya. Kita berpacu dengan waktu, karena kanker korpus sangat cepat perjalanan penyakitnya, bahkan begitu cepat menyebar ke paru-paru yang biasanya berakhir dengan kematian dalam waktu singkat…

Pada gangguan hormonal dengan mudah akan diberikan hormon yang sesuai, sehingga permasalahan  dapat diatasi. Jadi jangan sepelekan soal menstruasi yang tidak teratur ini. Selalu alert dan waspada akan segala hal yang mungkin terjadi, luangkan waktu anda untuk memperhatikan hal-hal yang tidak beres dalam diri anda sendiri.

Siapa lagi yang paling peduli akan kesehatan tubuh sendiri, kalau bukan anda seorang. Jadi mulailah dengan mencatat hal-hal kecil seperti menstruasi yang perlu anda ketahui dengan pasti kapan mulainya dan sudah berapa hari, agar secara biologis, semua proses alami didalam tubuh berjalan normal…

Rabu, 21 November 2012

Treatment of Burns




There are several cases of burns among each other depending on the type of tissue that is affected by burns, severity, and complications arising from the injury.


Dangerous because it burns damage the skin that serves to protect us from dirt and infection. The skin also plays a role in body temperature regulation and disposal of waste through sweat. If a lot of body surface burned, there are plenty of life-threatening danger due to damage to the blood vessels, airways obstruction, electrolyte imbalance and body temperature, as well as impaired nerve function.

Overcoming burns should not be arbitrary. First aid treatment becomes an important aspect, especially in order to stop the heat, cool the wound, and cover the wound so as not to worsen. Burns often occur in the home. Generally, injuries from the heat source and the cold temperatures, high shock electric shock, chemicals, light, and radiation.



In handling, the course will vary, depending on the type of affected tissue burns, severity, and complications arising from the injury. Today many people are less precise in addressing burns so ujungujungnya even worsen the situation.

"Not just the death, length of treatment and high costs, severe burns and scars can cause defects in the skin which will cause emotional distress or trauma and severe psychological disorders in patients," said Dr. Aditya Wardhana SpBP (K), a specialist plastic surgery of the Faculty of medicine / RSCM.

According to him, first aid on burns victims is important. It is useful to stop the heat, cool the wound, and cover the wound. For the first step, said Aditya, stop by the fuel away or turn off the heat source. For those of you who hit major-extensive burns burns over 25% of the body surface in adults and more than 20% in children, stop the burning process immediately away from sources of ignition.

Cover the body with a cloth, sheet or wet sacks. Fire can be extinguished by bergulingguling on the ground. After that, loose or dislodged objects or accessory that is still attached to the body such as clothing, jewelry, watches, and so on.

 "Go straight to the hospital," he said. As for those who are affected by minor burns less than 10% body surface area, cool the burn with water flowing temperature of 15 degrees Celsius for 20 minutes.

It is useful for cooling, decrease pain, and reduce edema or swelling.

"The heat in the skin will move into the flowing water," he said. Do not wash the body with water ice because the ice can cause blood vessels to constrict so will aggravate degree burns and risk.

Aditya who spoke in the seminar and workshop Emergency Fair and Festival (E-FAST) in the Hall of Faculty of Medicine, Salemba, Jakarta some time ago revealed, the study says, irrigation water on the burned skin shown to accelerate the formation of the tissue around the burn site only in within two weeks.

Flowing water can also reduce scar tissue or scar in about six weeks after the incident. He stressed, avoid burns overcome by using toothpaste, soap, soy sauce, ointment, butter, cooking oil, gasoline, oil, and the like. Bahanbahan contains chemicals that may not be received well by the skin. Instead of treating burns, how it can actually damage your skin condition.

Once the wound is cooled, you can consume such drugs paracetamol or anti-inflammatory such as ibuprofen and useful opiods reduce pain. Close burns with a bandage to prevent hypothermia, a condition in the body's mechanism for temperature regulation difficulties overcome cold stress. Padasaat help burn victims, Aditya alert to remind the importance of upper airway injury, especially in children characterized by swelling of the face, nose hair burning, or tightness.

More fat people are happy



Obesity is the most disliked women, so women will be very uncomfortable that the situation is not ideal badanya.
However, scientists believe there is genetic evidence that explains that obese people are often happier than thin body.


In the cartoon or movie character, an obese person is also described as having improved properties jolly and friendly. Scientists from McMaster University in Canada found that a gene called fat gene FTO is also happy.


Researchers at McMaster University, Canada, has investigated whether there is a relationship between obesity and depression by analyzing DNA samples from 17,200 volunteers in 21 countries.

FTO gene is a major genetic contributors to obesity. However, genes can also reduce the risk of depression by 8%, as reported by Dailymail.

The results showed those with the FTO gene (fat gene) showed signs of significantly less depressed than people without the gene FTO. The study findings were confirmed by analyzing the genetic status of patients in three additional international studies